puisi matematika untuk guru
Gurumatematika. Guru penyemangatku. Mendukung aku untuk terus maju. Tak bosan mengajariku. Guru matematika. Guru penyemangatku. Puisi Pilihan. Guru Matematika Itu . 25 November 2021 15:58 Diperbarui: 25 November 2021 16:29 121 38 4 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Ilustrasi: visinews. net
TRIBUNBATAMID - Dul Jaelani ternyata pernah berikan gurunya saat sekolah sebuah puisi. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan oleh putra Maia Estianty karena tak bisa menjawab soal matematika. Dul Jaelani diketahui beberapa kali menulis lirik lagu untuk single lagu terbarunya.
MatematikaCinta. Sahniwa. 1 + 1 itulah cintaku. Cintaku yang tak pernah terbagi. Cintaku seperti lingkaran. Yang tak pernah ada habis oleh detik detik waktu yang berputar. Cintaku tak kan terbagi. Karena cintaku hanya untukmu seorang. Ruang kubus yang slalu menjadi renungan hatiku.
PuisiMatematika (Kehidupan) pada tanggal September 06, 2017 Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Misi untuk mendapatkan izin pun dimulai, tak disangka kai disambut baik oleh guru-guru di sana, terutama guru-guru di bagian TU (tata usaha). Setelah kami menjelaskan tujuan kami, kami langsung diterima namun masih diminta untuk
Sajaksajak pendek yang ditulis untuk memperingati hari guru. Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan . Selanjutnya. Tutup. Puisi Pilihan. Sajak-Sajak Pendek untuk Guru . 25 Pelajaran Matematika. Pulpen yang gemetar. Buku basah. Berdebar-debar, siapa yang dipanggil ke depan. Tapi itu ternyata dasar rindu untuk panggung yang lebih besar
Partnersuche Ab 50 Kostenlos Ohne Anmeldung. Ilustrasi membuat puisi guru sebagai bentuk persembahan dari sang murid. Foto PixabayIlustrasi murid-murid SD membuat puisi tentang guru. Foto PixabayPuisi Untuk Guru SDWahai guruku tercintaEngkau adalah pahlawan masa kiniJuangmu untuk mendidik bangsaSungguh tak kira tak bernilaiBukan lagi soal besar atau kecilApa-apa yang kau beriJuga bukan seberapa luas dan sempitSegala daya juangmuTapi samudra pengetahuanmuMemberikan kami banyak pelajaranBak pahlawan yang menyelamatkan rakyatnyaEngkau guru adalah pahlawan masa kiniSalam terhangat kuucap untuk sebuah kisahTentang dia yang hadir sejak mentari menyapaLalui detik dengan semangat terindahIsi kosong dengan pengetahuan aneka rupaKami datang untuk tahuDia memberi kami ilmuKami datang dengan anganDia memberi kami masa depanDari saat ini dan seterusnyaDoa tulus kami panjatkanTuhan berikan segala kebaikanUntuk diaDia adalah GurukuTutur katamu banyak nasihatBegitu indah selalu kuingatBaktimu begitu terlihatAgar negeri menjadi hebatBertemu denganmu kami semangatWaktu yang panjang terasa sesaatHari-hari cepat berlaluTak terasa kan terpisah denganmuIlustrasi menulis puisi untuk guru tercinta. Foto PixabayPuisi Untuk Guru TercintaDalam lirih keluh di bibirkuAku benar tak maksud membencimu, wahai gurukuEgo kami masih bangkitkan raguKesal dan bosan terus menipu, hati ini larut membisuDi relung terdalam, aku juga pernah sadarKelabunya di mataku, kau tetaplah pengajarMengalirkan bakti tanpa ingkarDemi negeri agar tidak buyarTerima kasih guru-gurukuAtas waktumu mendidik adalah orang tua kedua bagikuyang selalu aku temui kecuali hari mingguTerima kasih guru-gurukukau telah menjadi motivator hidupkuterima kasih gurukukau telah menjadi motivasi bangun kasih guru-gurukuPekerjaan rumah yang kau berikan kepadakumengajarkanku menghargai waktuagar tak lupa tanggung jawabkuTerima kasih guru-gurukutak akan pernah kulupa jasa-jasamutak akan pernah ku abaikan nasehat-nasehatmuAgar aku bisa mencapai cita-cita besarkuGuruku..Dahulu engkau mengajarku dengan kasih sayangEngkau selalu menatapku ketika aku berbuat salahEngkau tidak pernah membentak atau mengatakikuAku tak menyangka,Sikapmu ini dengan sendirinya bisa tumbuh dalam dirikuAku bersyukur bisa bertemu dan belajar aku bukan orang lelah engkau mengajarSebesar apa pun beban yang kau embanKau tak pernah membawanya ke ruang kelasWajahmu tetap ceriaDemi suasana belajar mengajar tetap enakKeprofesionalanmu,Membuatku semakin percayaBahwa engkau adalah malaikat pendidikan di bumi iniIlustrasi murid-murid yang memiliki cita-cita menjadi guru. Foto PixabayPuisi Cita-citaku Menjadi GuruAnganku melayang ke masa depanAku ingin menjadi seorang guruGuru adalah pejuang ilmu di garis depanGuru tanpa pamrih berbagi ilmuAku akan berusaha mencapai cita-citaTakkan lelah aku mencari ilmuTak akan aku berpangku tangan sajaDemi tercapainya cita-citakuSemoga semua tercapaiAgar hatiku pun bisa damaiKepada Tuhan aku berdoaSemoga tercapai cita-cita mulia iniKaulah yang mendidikkuMembekali aku dengan ilmuMengajarkan ketulusanMengajarkan makna kesabaranSenyumanmu membuatku bersemangatHatiku ini terasa hangat'Tuk masa depan kami nantiEngkaulah pejuang tiada hentiEngkaulah jembatanMampu menghantarkanMurid-murid mau ke masa depanMasa depan yang gilang gemilangTerima kasih, wahai guruPerjuanganmu begitu berarti bagikuTanpamu siapalah dirikuHanya seseorang yang tak paham ilmuSemenjak aku masih kecilTak mengerti apa-apaLalu engkau mengajarkanBagaimana berhitung dan membacaEngkau sabar ketika mendidikSehingga kami bisa mengertiBerbagai ilmu yang bermanfaatBaik di dunia maupun di akhiratKuucapkan beribu terima kasihKepadamu guruku yang tercintaEngkaulah pahlawan tanpa tanda jasaPejuang terdepan pembangun bangsaPerjuanganmu akan ku lanjutkanAku pun ingin menjadi seorang guruSelalu membagi ilmuSetiap hari tanpa rasa jemuIlustrasi perayaan Hari Guru dengan cara membuat puisi. Foto PixabayPuisi Hari Guru yang Menyentuh HatiKu tahu kata-kata ini tidaklah lebih berharga dari mutiara di laut sanaKata-kata ini tidaklah seindah bintang yang menghiasi langit malamNamun lewat kata-kata ini aku ingin berterima kasih dan meminta maafKutahu sebanyak apapun terima kasihkuTak mungkin dapat membalas kesetiaanmu dalam mengabdiKesabaranmu dalam mengajarku dan keikhlasanmu dalam mendidikkuSerta maafkanlah atas segala sengaja dan ketidaksengajaankuyang sering membuatmu marah dan kecewaSikap dan perilaku yang tidak sesuai harapanmuKuingin tetap menjadi pelita bagikuAgar duniaku tetap bersinar terang karena ada cahaya ilmu darimuGuru…Engkau bagaikan pelita di tengah kegelapanEngkau bagaikan cahaya pagiEngkau berikan penerangan dalam hidupkuGuru…Jasamu takkan kulupakanSabarmu mengajariku tanpa hentiHingga aku mengertiTanpamu aku buta…Guruku…Semoga jasamu terbalaskanSuksesku adalah hadiahmuKuraih mimpiku…Semua karenamu Guruku…Sebelum engkau terpujiHampir rata turut mengujiKesabaran seolah dalam jerujiPadahal yang belum mereka kajiMenjadi tauladan sulitMenjadi mediator pelikMenjadi motivator rumitJanganlah berandaiBahkan mereka pun harus pandaiMenilai dengan piawaiAgar kelak ada yang mereka tuaiGuru tidak haus citraGuru hanya ingin membaikkan citraDisangka gila hartaMendidik sekedar bisaBukan, itu bukan guruGuru harus membacaAgar mampu mengacaGuru wajib menulisAgar tidak dipandang mirisGuru kena berkaryaAgar tetap dicintaTepikan ragu, engkau bukan benaluTempat terhormat tidak pada pangkatUkuran harga tidak tentu pada hartaMelainkan pada jasa nan muliaMaka, himne kan asaHimne kan karsaJangan menyalahSebab, karamah Sang Teladan slalu nyataHingga pun t'lah tiadaTetap tinggal ilmu dan namaMenjelma dalam kenang yang muliaTerpujilah Wahai Ibu Bapak Guru
Hampir jam sepuluh malamPulpen berisi setetes tintaBuku yang terlukis abstrak,dengan segala hal yang tertimbun di otakAngka-angka absurd bahkan tak kunjung bertemu jawabnya jugaX dan Y lagaknya tak mau untuk dipertemukanAsimtot datar, asimtot tegak, asimtot miringNeuron otakku berhasil dibuat peningAh, matematika ...Kepalaku pusing memikirkanmuDuk!Dahiku terantukMataku sudah mengantukBolehkah kulanjut besok saja?Klaten, 22 Juni 2021 IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Seorang murid biasanya membuat puisi lucu untuk guru saat mendapatkan tugas dari bapak atau ibu guru. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, tak jarang para guru memberikan tugas kepada muridnya untuk menulis sebuah puisi. Puisi yang dibuat umumnya menggunakan diksi yang puitis dan memiliki makna yang dalam. Tetapi, tidak semua murid bisa membuat puisi dengan kata-kata yang puitis. Misalnya anak SD yang baru duduk di bangku kelas 1 atau kelas 2. Mereka akan cenderung membuat puisi dengan kata-kata yang sederhana dan lucu. Ini merupakan suatu hiburan tersendiri untuk para guru yang memberikan tugas menulis puisi kepada mereka. Tugas puisi yang diberikan guru terkadang membuat para murid merasa bingung dalam menentukan tema apa yang tepat untuk puisinya. Alhasil puisi yang dibuat pun jadi sedikit asal-asalan. Tetapi, lain halnya dengan para guru yang justru menganggap ini suatu hal yang menyenangkan. Karena mereka bisa membaca berbagai puisi lucu untuk guru. Puisi Lucu yang Ditulis Murid untuk Guru Judul Pusing Malam ini aku pusing sekali Ibu guru memberiku tugas Tugasnya membuat sebuah puisi Tugas ini susah sekali Aku bingung apa yang akan ku tulis Di atas kertas ini Kepalaku… Pikiranku… Aku sungguh jadi pusing Wahai pusing, menjauhlah dari kepalaku Judul Maafkan Aku Pak Guru Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa Kau selalu mengajar setiap hari Dari hari Senin sampai hari Sabtu Kau tak kenal lelah mengajari muridmu Kau mengajar mata pelajaran matematika Meskipun aku selalu pusing Dan bingung bagaimana cara menghitung Tapi kau selalu bersabar Dan mengajari muridmu sampai bisa Aku sedih kalau kau marah Karena aku tak bisa mengerjakan soal Soalnya sangat sulit, jadi aku tak bisa menjawabnya Maafkan aku pak guru Anak kecil memang masih memiliki pikiran yang bersih dan polos. Sehingga yang keluar dari ucapan mereka adalah ungkapan kejujuran. Tetapi, hal itulah yang justru menjadi sisi kelucuan seorang anak. Kata-kata yang jujur dan apa adanya adalah suatu bentuk puisi lucu untuk guru yang dipersembahkan seorang murid kepada gurunya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. GEOMETRI MANUSIAManusia seperti geometriLingkaran, trapesium, persegi, Berbagai perangai Dalam berbagai situasiKadang kita merefleksi diriMemperbaiki dari masa lampauTerkadang kita bertranslasi Mengembalikan maksud pada sumbuKadang pula hidup mempermainkanMerotasi rencana se-sembarang segitigaKadang di atasLebih banyak di bawahMemang hidup sungguh lucuManusia seperti geometriRINDUKU TAK BERHINGGARinduku bagaikan bilangan imajinerKau selalu ada dipikiranTetapi susah untuk dijelaskanMaupun dibayangkanMeski rinduku hanya sebatas bilangan piMeski bagimu kecilTetapi rinduku tak terhinggaMeski dicari sampai ujung duniaApakah aku adalah x yang selalu engkau cari ?Apakah aku harus menjadi PR kalkulus mu ?Agar berada pada pikiranmuApakah aku bagimu ?RUMIT DAN TIADA AKHIR RASANYAJika hidup dapat seindah sifat komutatifSungguh bisa aku bertukar nasibDengan suku bervariabel besarAgar dapat merasa seksama antara sedih dan bahagiaNamun, selama kurasaHidupku lebih mirip logaritmaRumit dan tiada akhir rasanyaJadu basis atau numerus sama sajaTapi sekali aku berpikir lagiUntuk apa aku mendamba hidup seindah rumus trigonometriJika Tuhanku Maha MengasihiYang kiasan Matematika akan sulit jadi penggantiMATEMATIKA ...Matematika itu kayak deketin si diaBanyak cobaannyaHarus bertahapJuga harus sabarMatematika...Banyak rumus dan angkaKadang susah kadang mudahTergantung kita memahaminyaMatematika...Bisa buatku gundah dan juga senangGundah bila tak menemukan jawaban yang tepatSenang bila menemukan jawaban yang pasMatematika...Bagaimanapun juga kau tetap menjadi favoritkuKau selalu menemani hari-harikuBaik susah maupun senangMatematika...Kusayang kamu BAGAI NOL DIBAGI NOLWahai pujaan hatiAku mencintaimu selaluBagai garis y=xYang perlahan terus naikWahai pujaan hatiPerasaanku tak bisa kuutarakanBagai nol dibagi nolYang tak terdefinisikanNamun engkau hanyalah sebatas -3Yang imajiner dan khayalDan tak bisa kugenggamSerta berada di SEPERTI INFINITYLayaknya x dan yInginku hanya selalu bersamamuSaling berbagi rasaHingga senangnya seperti infinityMungkin bagimu aku seperti bilangan berpangkat nolBiasa tidak istimewa tak berhargaTak ubahnya seperti kurva tertutupTak pernah sempurna di matamuAku tak mengerti...Kenapa vektor hatiku masih terarah untukmu?Mengapa dimensi ruang pikiranku masih terisi namamu?Mengapa proyeksi senyumanmu tak pernah hilang dari ingatankuBaurBaurAku dijerat garis mutlakAku kalah oleh perasaan telakTerperangkap dalam hipotesaMendorongku jatuh ke dalam palungKita bagaikan inverssSaling berlawanan saling berkebalikanBersama perasaan abstrakAku dirundung jengahSeperti dua garis lurusYang tak akan bertemu barang setitikSudahlah, aku lelah dengan bermacam teoremaMungkin memang kita tidak ditakdirkan DAN MATEMATIKAPerjalanan waktu bagaikan stasionerBernilai maksimum ketika dibutuhkanDan bernilai minimum saat diabaikanItulah waktuSeringkali waktu berlariKencang seperti kuda dengan kecepatan tak hinggaTerkadang waktu merangkakSeperti bayi riang yang merangkakWaktu berlari cepatKetika tak ada pemikiranBerapa peluang waktu itu kan berhentiWaktu akan merangakKetika adanya limit waktuWaktu cepat waktu lambatSemua itu nolSemua itu fx dan fx = 17Semua itu sin 180 derajatSemua hanyalah kosongWaktu penentu segalanyaTak ada umur jika waktu tak berjalanTak ada sejarah jika waktu tak merangkakFaktorkanlah waktu sesuai kebutuhanSesungguhnya waktu bernilai maksimumSeperti saya yang baru membuat puisi ini karena rodi genHIDUP ITU HIMPUNAN AMALHidup itu ibarat skala pada petaYang membandingkan antara dunia dan akhirat kitaBerjalanlah sesuai dengan petunjukNyaSemua pilihan aka nada pertanggungjawabannyaPernahkah kita berfikir bahwaSetiap sudut kehidupan kita bernilai ibadah?Kerena kurva kehidupan ini kita yang bebas menentukanDi kuadran manakah kita mau berada?Tegakkan garis kebenaran dalam diriBuat irisan dan himpunan amal sebanyak-banyaknyaKarena seberapa pun konstanta yang adaSemoga tetap membuat amal kita menjadi investasi di hari kemudian nantiDIRIKU PILUAku berlari melingkar sejauh mata memandangMembentuk sudut 45 derajatMenghitung setiap gerakan dalam detikMemaknai langkah seperti membaca aljabarLelahku singgah, peluhku beterbanganTeringat desimal yg kehilanganKu renungkan segala keluh kesahkuAgar tidak sampai memiliki pangkatMalam hari, aku menghitung kejoraMenerka pytagoras seorang diriBerselimut semilir anginBerembus menghangatkan tubuhKITA BUKAN SEGITIGAPerasaanku padamu, bagai limit fungsiBerarti namun tak terdefinisiCintaku seluas lingkaranNamun sedikitpun tak tersampaikanKita bukan segitigaYang memiliki sama rasaNamun, sungguh berartiDirimu dalam hidup iniWarna merah hanya kudapati dalam nilai raporkuTidak dalam rona pipimuBetapa rumit logaritma untukkuNamun kutau, lebih rumit kisah cintaku padamuFLIVEHidup itu hanya sejumlah sin 90Tak seperti ctrl+Z yang bisa dilakukan berkali-kaliHiduplah bagai angka 1 yang selalu adaMenjadi faktor bagi bilangan lainnyaPenuhkan hidupmu bagai kertas buramYang kau gunakan tanpa takut salah tulisJangan biarkan semuanya berakhir tak terdefinisiNilai mutlak lah yang kau kejarTapi doronglah selalu kehidupanmuBahkan hingga mencapai tan 90Namun juga pararelkan setiap faktornyaAgar jangan sampai semuanya bertabrakanBagai TM, yang takkan ditemukan kebenarannyaBuat semuanya sederhana, tak merepotkanKarena dikalkulasikan pun, hasilnya samaJangan pikir terlalu berat kenyataan hidupmuItu tak seberat soal tantangan ukbm smalaMATEMATIKA BUKAN MORALHidup bagai menelusuri grafikBerbagai macam bentukPersamaan dan Dimensi turut ikutBersama mencapai tujuan yang ada Matematika bukan moral Hanya acara dan aturan Bukan sumbu acuan dasar yang patut Entah siapa yang akan memakainya?Waktu berjalanTeringat suatu cara penyesalanDiakhir dengan fungsi objektifKemenangan fisik kegagalan jiwa Bagaimana seterusnya? Kehancuran sebagai pembilang 0 Tak terdefinisikan namun jelas Sebagai garis yang terputus di akhirMATEMATIKA KEHIDUPANHidup ini bagaikan sebuah lingkaranTidak memiliki sudut dan akan selalu berputarTerkadang kita akan merasa berada diatasdan terkadang pula kita akan merasa dibawahibarat bilangan 1 0yang memiliki nilai yg terdefinisjika kita melakukan segala sesuatu dengan ikhlasmaka sesuatu yg kita peroleh akan menjadi tidak terbatastetapi jika kita berbuat salah dalam kehidupan inikita akan merasakan minus dalam menjalani hidupkita harus terus bisa memperbaiki diri kitaagar kehidupan yang kita jalani menjadi pluskita harus selalu berusaha memperoleh yg terbaikibarat bilangan 1-10, kita harus selalu memperoleh 10tetapi meskipun kita sudah memperoleh 10kita tidak boleh sombong, karena bilangan itu tidak memiliki batasmemang hidup kita ini sudah seperti matematikajika terjadi kesalahan sedikit maka semuanya akan salahsemua itu kembali lagi kepada kitabagaimana kita ingin menjalani kehidupan iniHASIL HITUNGKita adalah sum dari setiap hal dan setiap dari yang kita temui dan yang akan kita adalah hasil substraksi dari dari lingkungan, orang, dan ide di sekitar adalah hasil Integer dari tambah dan terbagi oleh pertanyaan dalam oleh tubuh dan, dan bukti adalah perkalian dari keberanian dan rasa kalkulus dan Algebra kini dan adalah trigonometri dari sudut dalam kuadran satu, dimana semua hal bernilai hal yang ada di dalam maupun di luar kita, yang menjalankan menuju hal yang meberi kita maupun kebelakang, berapapun adalah hasil dari hitungan, kita DAN AKHIRAku tak pernah tau harus memulai ini darimanaTak pernah tau pula harus mengakhiri ini bagaimanaSama halnya dengan perasaan iniSeperti persamaan garis lurus yang tak mengenal kata akhirMemang benar tidak pernah ada kata kitaYang ada hanya aku yang menanti dengan penuh harapSama seperti tan 90Perasaan mu memang tak terdefinisikanSedang aku menanti tanpa alasanKalau dipikir pikir lagiMungkin benar kita tak bertakdirSama seperti persamaan nilai mutlakYang selalu menghadap arah yang berbedaJadi telah kuputuskanTuk menutup mata dan berharap kamu bahagiaSama halnya dengan persamaan dengan gradien yang samaKita memang pernah bertemu tapi tidak ditakdirkan untuk bersamaCLEARLY UNDEFINEDHidup, Lingkaran KehidupanSuatu wujud berawal namun tak berakhirBerjalan di tiap sisinya yang bahkan tak tahu sampai manaMembentuk perjalanan infinitifLayaknya semua bilangan yang dibagi nolJuga hasil dari tan90o telah menjawabSemua kembali lagi pada bentuk lingkaran ituApakah semua memang sudah ditakdirkan seperti ini?Layaknya himpunan yang tak terhinggaJuga hasil dari -1 telah menjawabSemua juga tidak jelas banyaknyaSemua yang tak terdefinisi ini bukankah membuat resah?Jawaban kembali pada diri sendiriLangkah yang kita ambil pada roda dunia iniPercayalah akan kepastian masa depanTuhan selalu menyertai langkah kitaAKU, KAMU, DAN TRIGONOMETRIMalam ini....Tepat satu tahun yang laluKala hujan dan sinar bulan menemaniKau dan aku saling mengutarakan rasa ituSebuah pesan singkat menjadi awal rasa itu tumbuhKuingat betul pesan pertama yang aku kirimYa...materi TrigonometriNamun kala itu kuharap engkau tak seperti TrigonometriYang selalu rumit dan kadang demi hari kita lalui bersamaSuka dan duka menjadi pemanis kisah kitaHingga tak terasa senja di ujung tahun telah datangPertanda jalan perpisahan itu datang. Kini.....Hanya jarak dan waktu yang memisahkan kitaMimpi kita untuk menjadi sin 90 telah sirnaNamun, jangan pernah tinggalkan rasaKarena rasa ini akan selalu bernilai tan 90Trigonometri tak serumit yang kukiraSejak kamu mengisi relung yang sunyiSin cos tan seerti kisah iniSelalu bersama walau tak harus SERUMIT CINTAKUPenuh liku Kau bak bilangan positifMengajari hubungan dalam mempercayai seseorangAgar tak jatuh ke rumus yang salahSelama bersama tak ada diskriminan diantara kitaKau adalah sumber inspirasikuMeski berjauhan selalu ada peluang tuk bersamaAku takut akan ada eliminasi diantara kitaKarena tanpamu aku seperti himpunan kosongMemang cintaku tak sebulat lingkaranTak semudah perkalian maupun pembagianTak serapi bentuk barisan bilanganSehingga tak ada peluang untuk mengukur imanCintaku tak setinggi bentuk pangkatApalagi sampai puncak fungsi kuadratNamun aku akan bertekad cintakuAkan ku program linearkanKusadariJalanku kadang rumit bak fungsi limitKadang curam seperti integraltak selurus garis vektorPenuh onak duri seperti trigonometriNamun kuyakiniDirimu akan mensubtitusi cintamuDi suimbu simetri hatikuLEMBARAN USANG Kita adalah sisa dari serpihan hari yang sudah matiSaling mencari celahMelalui baris deret yang cocok untuk menutup kisah piluTerus menerus ditulis dalam lembaran usangDalam variabel yang telah ditakdirkanKita adalah kehancuran cerita romansaCerita yang dikarang dengan segala rumus algoritma hingga logaritmaYang tiada bermaknaYang ditulis indah di bawah cahaya redup rembulanKita selalu lenyap oleh barisan angkaYang tidak tahu kapan akan berakhirTerombang - ambing di atas lautan notasi - notasi dan variabelYang tak bertuanHIDUP TIDAK SELALU INDAH HidupTidak selalu indah, layaknya nilai mutlakYang selalu positifTidak pernah negatifHidup,terasa sangat beratPenuh lika-liku layaknya matematikaBerat, pusing, dan membingungkan hanya untuk mencari huruf xNamunManusia itu ada dua, yakni positif dan negatifIa bisa memilih antara ingin bangkit atau tidakItu semua tergantung dirinyaMereka yang berusahaPeluang berhasilnya tinggiMereka yang tidakSudah pasti gagalKUTULISKAN CINTAKU DALAM MATEMATIKAKUKeindahanmuTerlukis indah dalam skema hatikuKesetiaanmuTak kan pernah terhapuskan oleh titik stasionerNamunCintaku tak dapat terungkapkanDengan nilai ekstremTetapiCintaku seperti stasioner,Yang dapat diungkapkan dengan teoremaKu ingin melukiskan lingkaran dalam hatimuAgar kau tahu, luasnya cintaku padamuDan cintamu tak akan pernahTersubstitusikan oleh ruang dan waktuKarena cintaku dan cintamuAkan selalu menyatu dalam kalbu ku 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Lihat Fiksiana Selengkapnya
Puisi untuk guru tercinta baik untuk sekolah TK, SD, SMP berikut ini adalah kumpulan hasil karya sastra dari anak-anak didik yang dituliskan untuk mengapresiasi dharma bakti seorang pengajar dalam memajukan dunia pendidikan bangsa IndonesiaGuru, sosok yang berjasa tidak hanya bagi diri kita, melainkan bagi sebuah bangsa. Karena dari merekalah tercipta generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan serta keterampilan, melainkan memiliki moral dan mental yang unggul demi kemajuan nusa, terhitung lagi jasa mereka dalam kehidupan kita. Bisa diibaratkan mereka adalah jendela ilmu, jendela dunia serta orang tua kedua bagi kita, karena dari merekalah, kita mengetahui sopan santun, etika, serta ilmu agama yang sangatlah berguna dalam kehidupan kita baik itu secara pribadi maupun kehidupan di dalam cara bagi kita untuk memberikan rasa hormat dan terimakasih kita atas segala jasa yang mereka dharmakan untuk kemajuan pendidikan di negeri ini, diantaranya adalah dengan rajin belajar, berkreasi dengan talenta yang kita miliki serta dengan membuat karya sastra sebagau contoh membuat puisi tentang guru, adalah salah satu cara bagi kita untuk mengapresiasi jasa para pendidik yang dalam pengabdiannya dengan tulus ikhlas mendidik kita, sehingga kita dibekali ilmu yang cukup untuk menyongsong masa depan dan memajukan negara kita akan memberikan contoh puisi untuk guru tercinta, yang biasa dibacakan pada saat hari pendidikan nasional, hari guru ataupun saat perpisahan kelas. Puisi yang akan kami lampirkan adalah puisi guru dalam berbagi tema, seperti puisi tentang guru tercinta, guru tanpa tanda jasa, puisi tentang guru singkat serta puisi guru 4 bait. Berikut contohnya Ia tak paham gengga Tombak Keberhasilanku[ Amanda Nurdhana ]Pena menari di atas kertaskuMenuliskan setiap kata yang kau ucapkan Memberikan secercah cahaya dalam kegelapanMenuntun menuju jalan kesuksesanWalau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmuKau selalu mendampingiku menuju cita-citakuMengajariku hal-hal baruDengan sabar kau membimbingkuWalau sikap nakalku terkadang mengganggumuSungguh besar pengabdianmuUntuk mencerdaskan generasi mudamuTerimakasih kuucapkan kepadamuGuruku...Kau orang tua kedua bagikuKan kukenang selalu jasa-jasamuSekali lagi, kuucapkan terimakasih untukmuSemoga selalu bahagia hidupmuKebaikan akan selalu menyertaimuKepada Guruku[ Winda Puspitasari ]Kulihat kau berdiri di pelupuk matakuMenyampaikan pesan waktuTatkala tatapan bertemuAku menangkap sejuta cahaya darimuCahaya ilmu kian masuk di benakkuBahkan aku berharap, ia menjadi segumpal dagingKau pelita diantara legamnya jiwakuLaksana tetesan air di gersangnya gurun pasirDuhai gurukuKau taman kehidupanBerjuta ilmu kau tanamkanTanpa lelah dan putus asaBerjuang mencerdaskan generasi bangsaPahlawan Tanpa Tanda Jasa[ Martha Putri ]GurukuBetapa banyak jasamuKau telah memberikan ilmu kepadakuKau telah mendidikku dengan penuh kasih sayangWajahmu selalu memancarkan keceriaanBelajar dengan hati yang gembiraSedari pagi hingga sore kau membimbingkuKau tinggalkan keluarga untuk membagikan ilmuGurukuKau ibarat lilinYang membakar diri untuk menerangi kegelapanSampai kapanpun akan aku ingat jasa-jasamuKaulah pahlawan tanpa tanda jasaKaulah lentera dalam hidupkuKelak ilmu yang kau berikan akan menjadi pelita dalam kehidupankuGurukuKami sangat menyayangimuTerimakasih telah mendidikkuKegigihanmu dalam mendidikTidak akan pernah kami lupakanSang Penjemput Fajar[ Nariah ]Dalam gelap tidur menyelimutikuSeakan enggan untuk beranjakHingga menggema suara ayam jago berkokokDengan lantang membangunkan setiap insanYang haus akan ilmu pengetahuanMelontarkan setiap kewajiban dan laranganSeakan lupa akan kelelahanMengalir bakti tanpa ingkarDemi menepati janji kepada pengajarBertaruh hari setiap pagiPulang petang fajar kembaliDemi anak bangsa yang berlariMembawa bangga untuk negeriMembimbing setiap siswa tanpa pilah kasihBercanda gurau tanpa pilih kastaDengan mengutamakan logika dan etikaSetengah jiwa ucapan terimakasihSeakan kurang untuk membalas lelah dan letihTerimakasih guruUntuk ilmu yang kau berikanYang mengalir di setiap inchi tubuh iniPuisi GurukuGuru Samudera Ilmu[ Jaja, ]Kekasih, aku pernah kecil dan luguPernah duduk bersama, di kelas ituBersama para guru, samudera ilmuMembuka gerbang cakrawala baru Guru menyeru, mendongakkan kepala ke angkasa jauhMengajak, menyingsingkan lengan baju, melukis laut biruMembuka jalan, menyusuri daratan, juga hutan hijauMenyuruhku bercermin, mebersamaiku membaca lakuSang Penerangku[ Linda Miliasari ]Wahai sang lentera hatiDisaat kugelap akan ilmu, kaulah penerangkuMendatangikuKau membuatku beranjak dari kebutaan ilmuDengan sabar dan senang kau mendidik kami di setiap hariCoretan kisah penuh artiTak lekang habis materi yang engkau berikanPembuka cakrawala duniaUntaian mimpi penuh kasihMasa depanku terlihat cerah karenamuJasamu sangatlah berartiTakkan pernah bisa tergantikanKehadiranmu pasti kunantikanKunci WawasankuGuru adalah kunci pemegang wawasanGuru, dirimu adalah pengganti diri kamiKau ajarkan ilmu yang tak bisa kami beriBerkat jasa dan didikanmuAnak-anak kami mendapat ilmu tambahanEngkau memotivasi anak-anak kamu agar selalu menampilkan yang terbaikDibalik kesuksesan anak-anak kami kelakSalah satunya adalah berkat dukungan kalianUntukmu para guruTerimakasih atas kesabaran kalianTelah membimbing anak-anak kamiGuru Yang Kami CintaiTerlukis senyum dan suka frasa demi ruang yang terasa tanya dalam jauh kami melangkah, tanpa dalam bias keegoisan engkau yang ajarkan kami, tentang banyak hal dialam semesta !Jendela dunia..Pertama kau demi ejaan kenalkan pada kami yang buta betapa hebatnya kami yang dengan tegap, dikursi jabatan bahkan ratusan juta kami semua berkat kecerdasan intelektual kami, yang kini berdiri gagah meninggalkan cerita yang kau ajarkan, moral, etika dan ilmu pelita dalam kegelapan yang pemberi jalan, bagi jiwa salahmu, guru kami tercinta..Bila hari ini..Kami sibuk dengan ambisi cinta dengan dunia dan jabatan menutup hati nurani lupa..Dulu kami punya manusia yang berguna bagi Nusa dan Bangsa..Semoga hari ini, masih ada diantara kami yang setia dengan cita-citanya yang muliaPuisi Tentang GuruTerlukis senyum dan suka frasa demi ruang yang terasa tanya dalam jauh kami melangkah, tanpa dalam bias keegoisan engkau yang ajarkan kami, tentang banyak hal dialam semesta !Jendela dunia..Pertama kau demi ejaan kenalkan pada kami yang buta betapa hebatnya kami yang dengan tegap, dikursi jabatan bahkan ratusan juta kami semua berkat kecerdasan intelektual kami, yang kini berdiri gagah meninggalkan cerita yang kau ajarkan, moral, etika dan ilmu pelita dalam kegelapan yang pemberi jalan, bagi jiwa salahmu, guru kami tercinta..Bila hari ini..Kami sibuk dengan ambisi cinta dengan dunia dan jabatan menutup hati nurani lupa..Dulu kami punya manusia yang berguna bagi Nusa dan Bangsa..Semoga hari ini, masih ada diantara kami yang setia dengan cita-citanya yang mulia. Puisi Tentang Guru SingkatPuisi Untuk Bu GuruWaktu demi silih masa menyemai jiwa..Bu Guru aku sayang padamuBu Guru sudah membimbing kamiBu Guru sudah mengajarkankuMembaca dan menulisBu Guru pahlawankuBu Guru aku akan selalu mendoakanmuSupaya sehat selaluTerimakasih Bu GuruAku sayang Bu GuruGuruKau membimbing dan menerangiAku di dalam kegelapanTerimakasih atas segala jasa-jasamuKarena engkaulah aku dapat membukaJendela duniaJasa Tanpa Pamrih[ wusanyu ]Kau mengajar saya agar pandaiKau membimbing saya agar baikKau memahami celoteh dan kenakalan saya Kau memeluk dan menghiburDalam tangisanku di sekolahGuru, jasamu akan selalu ku ingatSuara dan nasehatmu akan senantiasa kukenangHasil didikanmu membuatku melaju majuTerimakasih kuucapkan untuk jasa tanpa pamrih darimuTerimakasih Guruku[ Ezio ]Terimakasih gurukuKarena engkau aku menjadi pintarKarenamu aku mengenal dunia luasTerimakasih gurukuKarenamu aku jadi lebih mandiriKarenamu aku menjadi lebih dewasaKaulah teladan dalam hidupkuMembimbing dan menyayangikuTerimakasih gurukuJasamu tidak akan pernah kulupakanSenandung Cinta Untuk Guru[ Aliziachansa ]Dengan cinta engkau mendidikkuDengan kasih engkau mengajarikuDengan tulus engkau membimbingkuWahai gurukuEngkaulah pelita hidupkuMengajariku dengan kesabaranJasamu akan selalu kukenangTerimakasih guruku sayang Puisi Guru 4 BaitGuru Pahlawan Tanpa Tanda JasaKetika pagi kulihat sang mentariTerbayang akan cita-citaku yang tinggiKetika aku pergi untuk meraihnyaEngkau mendampingi dan mengajari arti perjuanganEngkau mengajariku membacaEngkau mengajariku menghitungDan engkau mengajariku cinta Sehingga, aku tahu apa arti kasih sayangWahai pahlawan tanpa tanda jasakuBegitu mulianya dirimuYang tak pernah lelah memberikan ilmu kepadakuDan sabar menghadapi sikap anak muridmuWahai sang lautan ilmukuAku tidak mampu membalas budimuHanya doaku yang selalu kuberikan kepadamuKelak ilmumu akan menjadi pelitakuGuru Cahaya Penerang[ Grenais ANF ]Guru, hormat dan kasih sayangku untukmuTidak akan hilang meskipun tertimbun oleh waktuTerkenanng selalu aku akan semua jasamuEngkaulah cahaya penerang bagi aku anak didikmuEngkau kenalkan aku pada banyak hal yang baruLewat beragam buku membuka jendela duniaSemangatmu membara merasuk ke dalam nadikuLetih dan lelah tak pernah sekalipun engkau rasaGuru, engkaulah cahaya penerangkuKau bekali aku dengan berjuta ilmuAgar berguna aku untuk duniaAgar berguna aku untuk agamaWahai gurukuTerimakasih kuucapkan kepadamuWahai cahaya penerangkuJasamu akan terkenang di sepanjang hidupkuTerimakasih Guru[ Athfah Tin Sakdiyah ]Semua nasehatmuTak akan bisa kami membalasSemua yang kau ajarkanDengan selarik kertas iniKami meminta maafAtas semua kesalahanBaik lisan maupun perbuatanBibir ini keluBeribu kata takkan terucapHanya satu yang teringatTerimakasih guruTerimakasih mungkin tak akan cukupMenggantikan semua yang adaTapi ini adalah penghargaanUntuk para guruYang selalu di hatiTanpa terkecualiSang Pengabdi[ zaniza ]Setiap pagi kau susuri jalan berdebuBerpacu waktu demi waktuTak hirau deru kendaraan, lengkingan knalpotTak hirau dingin memagutKala sang penguasa langit turunkan cawannyaWajah-wajah haus akan ilmuMenari-nari di pelupuk mata penungguUntaian kata demi kata terucap seribu maknaUntaian kata demi kata penyejuk jiwaRuang persegi menjadi saksi akan pengabdianmuMenyaksikan tingkah polah penerusCanda, tawa penghangat suasanaHening sepi berkutat dengan soalLengking suara kala adu argumenRuang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmuEntah berapa tinta tergores di papan putihEntah berapa lisan terucap sarat maknaEntah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksiEntah berapa ajaran budi kau tanamkanGuruku Kau Cahayaku[ Rofik Almuqontirin ]Guruku, kau adalah cahaya kehidupankuLadang ilmu yang kucari di setiap waktuHidupku tergantung pada dirimuLangkahku berkelak-kelok tak menentuSetiap insan selalu datang kepadamuBetapa mulia hidupku di dunia karenamuCahayamu menerangi jiwakuTanpamu siang tanpa malamAku yakin dan percaya kepadamuBahwa guru adalah kunci kesuksesanAku yakin dan percaya kepadamuBahwa guru adalah kunci keberhasilanTanpamu seakan tumbuhan mati kekeringanBumi kelihatan gelap pekat tanpa kehadiranmuGuruku, kau adalah cahaya di hatikuSebagai penerang jalan menempuh impianku Puisi Tentang Guru TercintaBeristirahatlah Guru[ Achrina Lestari ]Guru..Dengarkanlah bisikan alam semesta..Ketika engkau tlah letih dengan peluhmu..Berhentilah sejenak, renungkan..Sejatinya engkau juga manusia biasa..Engkau hanya hamba yang dalam pengembaraanmu masih butuh usapan..Usapan kelembutan dari sang Khaliq..Usapan dari yang tulus terhadapmu..Ingatlah, angin tak selalu jalan searah..Ia mampu senyap, berisik dan menjadi badai..Lalu Kepada siapa lagi engkau akan berlindung..Tentu hanya kepada Rabbmu..Kembalilah padaNya di ruang hampamu..RabbMu siap memelukmu dan menolongmu..Hari Guru Nasional yang Pilu[ Mas Jumadi ]Hari suram menyelimuti dunia pendidikanAnak-anak harus belajar di rumah karena pandemiRasa rindu menggelayut ingin berjumpa guru idamanInsan cendekia pencetak bangsa berprestasiGurauan celoteh mulut mungil hanya sebatas mimpiUcapan selamat pagi, sudah hilang dari peredaranRaport dan hasil penilaian diserahkan lewat aplikasiUlangan harian dan akhir semester, orang tua yang mengerjakanNasib anak negeri akan dibawa kemana?Ajaran tak lagi tatap muka seperti biasaSemua terjadi karena adanya pandemi coronaIndonesia pontang panting mendapat tegur duniaOrang-orang tak peduli dengan protokol kesehatanNyinyir pada aturan yang telah diinstruksikanAlasannya dapur harus tetap diutamakanLalai menjaga diri dan keluarga dari segala cobaan TuhanYok kita benahi masyarakat agar bersatuAmankan negeri, jangan berprilaku masa bodohNorma agama dan leluhur adalah panduan paling jituGenggam erat tradisi, layaknya kekasih yang sudah berjodohPandemi corona segeralah berlaluImpian anak-anak kembali ke sekolah agar menjadi nyataLama sudah mereka merindukan bercengerama dengan kawan dan guruUntuk berbagi kisah suka duka belajar melalui dunia mayaUntuk Guru Tercinta[ Ema Kharisma ] Dulu aku tidak bisa membacaTak bisa menulis sebuah kataKini perlahan aku bisa membacaDan akupun bisa menulis sebuah ceritaTerimakasih wahai guru tercintaDengan jasamu kini kami bisa membacaKau pemberi ilmuBagi semua murid-muridmuJasa-jasamu tiada terkiraMendidik kami agar menjadiAnak yang bergunaBagi nusa dan bangsaTerimakasih GuruTrimakasihku mengalir padamu duhai guruku....Kau didik aku tentang akhlak nan muliaKau tunjukan warna hidup antara hitam dan putih...hingga aku bisa memilihTanpa terasawaktupun kian cepat melaju ....Dipenghujung pencarian ilmukuAku hanya bisa untuk mengenangmuMengenang wibawamu ..ketegasanmu..candamu...juga amarah kecilmu...Dan sekali lagi trimakasih atas ilmu yang kau beri...TrimakasihSang guru bangsa[ Ar Lynch ]Daun berguguran oleh anginpasir hanyut oleh ombakseperti itu lah perumpamaan damayang dirangkul rasa bhinnekaMenggugurkan kebencianMenghanyutkan permusuhanKau selalu melewati jalan tengahTak kenal apapun resikonyaLangkah kakimu membuat sejukTuturan mu membuat bersatu paduAksioma mu pun membuat bersatu hatiTak banyak yang sadar dan mengertiWahai sang widyaiswara bangsaPuisi Guru SedihGuru SejatiEngkaulah yang ku caritidak pernah habis menginspirasimemberikan bacaan tanpa tulisanmengajarkan pengertian lewat ilham yang meniupkan pencerahanmemberi spirit penyemangat sanubariengkaulah bayangan tanpa kehidupantanpa cambuk dan cemeti menunjukkan arahmemberikan kekuatan di setiap langkahtanpa bertanya jawab menengahi tidak memberikan hafalantetapi sering kali memberi ujianengkau sebut siswa bergajultapi engkau puji karena paham seluk beluk menyebut sebagai muridtetapi engkau katakan sahabat ketika bidak catur jatuh tergulingkau tertawa berderai sambil guru sejaticerminan di dalam sanubarihadir selalu setia mendampingitanpa bergeming berada di sampingJasamu Akan TerkenangGuru..Saat kau ajariku ilmu agamaTak lupa kau ajariku adab tatakrama..Guru..Entah berapa jasamu terhadpkuTakan pernah bisa terhitung..Seluruh air laut di duniaTakkan cukup tuk ku jadikan tintaDan pepohonan yg ada di duniaTakkan cukup tuk ku kadikan pena..Guru..Namamu kan ku kenang selalu di hatiWalau sampai akhir hayat nanti..Walau yg memishkan kita adlh matiKu yakinDi akhirat nanti kita pasti bersama lagi..Selamat Jalan Guruku[ Ryan Anggapraja ]Dada ini sesak wahai gurumelangkahkan kaki mengantar kepergianmu tubuh tegap berparas tampan kini harus terbungkus kain kafan Aku masih tak menyangka kini engkau telah tiada rasanya baru kemarin kita bercandabergelak tawa tentang dunia Kini, lantunan indah Qur'an mu tak lagi terdengar ingin bersedih namun dipaksa tegar nasihat yang kadang keras bagai karang dilautanmenampar kami yang sering lupa daratan. Duhai Guruku tercintatenanglah engkau disana, bertemu sang Maha Cintasetiap huruf Kalam-Nya yang murid mu bacatetap mengalir deras padamu duhai insan tercinta. Tenanglah disana duhai engkau guru tercinta nasihatmu tak akan kami lupahidup berserah pada Maha Penciptamati membawa cinta pada Mengiringi LangkahkuDua tahun sudah engkau asuh akuBelaian mu menenangkan gelisah kuDekapanmu menghangatkan jiwakuNasehatmu mengukir kalbuKau berikan ilmu untuk masa depanBimbingan mu mengantarkan ke cita-citaDidikan mu mengasah kecerdasanKeteladan mu mengajarkan kesopananLantunan do'a mu mengiringi langkah kuSenyum tulus mu selalu ku rinduPengorbanan mu tak kan tergantikanIbu guru ku... Jasamu tak kan ku lupakanGurukuDalam lirih keluh di bibirku
puisi matematika untuk guru