puisi kerinduan kepada allah

SyairKerinduan Sang Sufi Wanita Syaikha Tuhfah. 3 Sufi Wanita, Tuhfah ra July 26, 2017. Ku tinggalkan manusia, dunia dan Agama mereka. karena sibuk oleh cinta-Mu. Wahai dunia dan agamaku, Kerinduan dalam hati dan jiwa. Kesemuanya adalah dari padaku. Sedang cinta dan Kekasihku. Telah menguasai seluruh dariku. Makadengan itulah maka sangat terlihat kepribadiannya itu dalam puisi yang berjudul "Mencatatkan Kerinduan" ini. Seperti yang terdapat pada kata "pada penangkap ikan dan 25 nabi" dari kebiasaanya saja ini sudah terlihat bahwa seorang Taufik Ismail menyimpan rasa rindunya kepada 25 nabi yang menjadi jalan penerangnya dalam kehidupan. Kamu denting hati kala malam berganti Kamu, sabda kasih kala pagi bermentari Kamu, bayang hati yang bernyanyi didalam jiwa Kita tak membutuhkan jeda Kita hanya membutuhkan hati dan jiwa tuk mengungkap sebuah frasa Memahami mu seperti menyelami hariku Sebenarnya kita saling memahami Namun sejenak kita memilih tuk berdiam diri RindunyaHamba Kepada Tuhannya..أسئل اللّه شيئاًAku meminta Sesuatu kepada Allah..Jika Allah memberinya padaku..Aku gembira sekali saja.. Namun Jika Puisi[Mazmur] Kiastik; Pengajaran Firman Tuhan; Saturday, 06 August 2011 17:31 Ringkasan Khotbah 08 November 2009. KERINDUAN KEPADA ALLAH. Teks: Mazmur 42. Pengkhotbah:GI Ajin Thu. Tema khotbah pagi ini didasarkan pada Mazmur 42:2, "seperti rusa rindu sungai yang berair." jiwa pemazmur kepada Allah yang hidup. Ia rindu untuk berdoa Partnersuche Ab 50 Kostenlos Ohne Anmeldung. Rindu ramadhan, itulah perasaan yang saat ini sedang menerpa jutaan umat Islam di Indonesia. Meskipun pada bulan tersebut, umat Islam diharuskan untuk berpuasa menahan lapar, haus dan menjaga hawa nafsu semua itu dijalani dengan penuh keikhlasan. Kerinduan umat Islam terhadap bulan ramadhan sering disambut dengan ucapan Marhaban ya Ramadhan bukan tanpa alasan. Allah menjanjikan banyak pahala bagi umat Islam di dalam berlangsungnya bulan ramadhan. Selain itu, Ramadhan merupakan ajang penempaan diri agar menjadi insan yang bertakwa. Di bawah ini merupakan kumpulan puisi-puisi kerinduan terhadap bulan puasa ramadhan, hanyalah sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, yang mudah-mudahan bisa bapak ibuk nikmati sembari menunggu buka puasa. Lampu Jalan Saksi Hidupku Temaram lelampu jalanan pada dini hari yang sepi masih saja mengingatkanku pada selembar kisah dalam buku biografi hidupku Semua itu tentang Ramadhan Aku pernah melewati puasa ramadhan sendiri di tempat yang jauh dari keluarga Pada dini hari itu, aku beranjak pulang setelah bergelut mencari nafkah di antara sayup-sayup suara tadarus aku berjalan menyusuri kesunyian malam di bawah redup lampu jalan di kota itu Berhenti untuk melaksanakan makan sahur di sebuah warung kecil Lalu melanjutkan perjalanan hingga tiba di sebuah masjid kutunaikan salat di sana berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla semoga aku menjadi bagian dari umat Islam yang turut menebarkan kebaikan dengan ikhas agar menjadi insan bertakwa Lampu jalan menjadi saksi perjalanan hidupku yang membuatku selalu rindu kepadamu, Ramadhan Rinduku kepadamu, Ramadhan Marhaban ya ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan yang dirindukan umat Islam sedang menanti di depan untuk kita lewati Di sanalah Allah sedang menghidangkan segala menu demi kebahagiaan umat Islam Kita hanya tinggal memilih menjalankan amalan ibadah Berusaha melaksanakan makan sahur kemudian menjalankan salat Subuh berjamaah kemudian seharian penuh berpuasa menahan lapar dahaga dan hawa nafsu dengan dihiasai amalan-amalan zikir, shalat Dhuha dan beramal saleh kepada sesama manusia Saat azan maghrib berkumandang segeralah kita berbuka puasa untuk mengakhiri dahaga juga menjalankan salat maghrib, salat Isya dan tarawih yang diakhiri dengan tadarus Semua itu membuatku rindu akan datangnya ramadhan Ramadhan yang Kurindu Datang lagi Pucuk-pucuk dedaunan telah mulai bersemi fajar telah menyingsing menerbitkan harapan baru bagi umat manusia hari ini ramadhan datang jua bulan puasa yang menjadi tumpuan rindu umat Islam sedunia menjumpai kita semua Bulan itulah bulan penuh ampunan dari Allah dan sebagai tempat kita menempa diri dalam bulan itulah, kuberusaha sekuat tenaga melaksanakan amal ibadah kepada Allah Azza Wa Jalla agar menjadi insan bertakwa sebagaimana tujuan dari ibadah puasa Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah Puisi Kerinduan – Siapa yang tidak pernah rindu? Suatu perasaan yang timbul saat jarak mulai memisahkan dengan orang terkasih. Perasaan rindu sering kali membawa kita pada situasi atau kondisi risau maupun galau. Nah, untuk memaksimalkan dampak rindu agar bernilai positif ada baiknya rindu dituliskan dalam bentuk puisi. Selain perasaanmu akan nyaman dan rindumu tersalurkan, kamu juga telah menghasilkan suatu karya. Luar biasa bukan? Agar lebih mudah memahami rindu menjadi hal positif, simak beberapa puisi bertema rindu berikut beserta maknanya! Bait Rindu di Desembermu Masih terasa renyah remahan kalbuku Keping hati berserak rumit di tepian kalbu Mengulas sendu dalam bait rindu Mulutku terbungkam, sedang aksaraku ribut menggaduh Kusesali hadirmu yang mengusang di awal desemberku Ku nanti hadir raga sedang bayangpun enggan Desember memaksamu menyuduti semesta di tepiannya Hujan awal desember ini mengaduk pilu Menerpa wajahku pada bait rindu terdahulu Sedang yang ternanti tak kunjung menghandir Nur Hafizqi Puisi di atas mengungkapkan kerinduan yang dirasakan penulis. Di dalam puisi kita juga dapat menemukan ungkapan kebencian namun tetap merindu. Kehadiran seseorang yang dirasa sia-sia namun setelah pergi justru menyisahkan sebuah rindu pada penulis. Akhir Cinta di Akhir Tahun Lama kau racauni hati damaiku Mengukir luka menerus relung hati terdalamku Sungguh lugu atau berpura-pura dirimu Nyatanya kini mengambigu Kriing Selesai sudah semua dustamu Legah bukan Takkan ada gangguanku lagi dalam fajar hingga senjamu Desember melambai Januari memagut Takkan kurajut lagi rindu hingga terangat dalam temu Tak ada lagi temu yang perlu terjamu Semua sudah berserak Pembunuh bengis Nur Hafizqi Berbeda dengan puisi sebelumnya. Puisi ini justru ungkapan kekesalan atas rindu yang tidak kunjung diberi pertemuan. Penulis sudah menyerah pada rindunya, menyemangati diri untuk menata hari baru dan menemukan cinta yang baru. Di Ujung Senja Kanda Ku lirik langit yang mulai menjingga Menandakan hari ini hendak berakhir Kelopak mataku tertuju pandang pada sang surya Menggali lirih kisah kita yang terdahulu Terbesir pandang semu Tentang alur cinta yang menjemu Mengharap temu dalam baur pelu Kulayarkan selembar perahu kertas Meminta angin menyulam rindu kataku Ku titip peluk dalam bait Berharap sajak sampai padamu Nur Hafizqi Pada puisi di atas kita dapat menemukan ungkapan rindu sang penulis kepada kekasihnya. Rindu yang hadir membuat penulis selalu terbayang-bayang wajah sang pujaan. Tidak hanya wajah sang pujaan yang terbayang bahkan hari-hari ketika bersama juga turut menjadi objek dalam puisi. Untuk Senja Teruntuk senja kali ini Kutitip alunan rindu Untuk dia yang ternanti dalam kalbu Katakan rinduku menggebu Bukan saat ini saja, bahkan sejak waktu lalu Sampaikan tuk lunasi hutang rindunya Sebab aku pun menanti jua Nur Hafizqi Sama seperti puisi sebelumnya, puisi di atas juga merupakan puisi berisi ungkapan kerinduan, hanya saja dalam puisi di atas penulis mengisyaratkan keinginan untuk bertemu. Maya Ku temukan kembali bayangan tak asing itu tepat dikedua retinaku Mata ku tak lagi menyayup bersamaan angin malam yang merayu tertidur Aku ingat tatapan itu seperti tatapan lalu Dari dia yang bersalam dimasa lalu Ku kira dia hadir kembali menyapa bagai terdahulu Namun semua maya Terkurung dalam ilusi Itu bukan kehadiran seperti yang dahulu Dia datang sekedar menyinggasanai lamunanku Sekedar bersapa riang dengan dia yang lain dihadapanku Aku tau persis yang dirasa wanita itu Ditatap mata mu dalam buaian kasih sayang Berbincang berdua dicemburui taburan bintang Nur Hafizqi Puisi di atas selain mengisyaratkan kerinduan, penulis juga menyampaikan rasa cemburu yang dialaminya. Namun, di dalam puisi kita dapat menemukan kisah yang telah putus. Ungkapan kerinduan yang disampaikan penulis lebih mengarah pada kenangan yang dimiliki oleh penulis. Nah, itu dia beberapa puisi ungkapan kerinduan yang dapat dipaparkan. Tidak hanya ungkapan kepiluan sebuah puisi rindu dapat mengisyaratkan rasa cinta dan kasih sayang. Sudahkah kamu ingin menuangkan kerinduanmu dalam puisi? Daftar Isi Puisi Tentang Ramadhan 1 Puisi Tentang Ramadhan 2 Puisi Tentang Ramadhan 3 Puisi Tentang Ramadhan 4 Puisi Tentang Ramadhan 5 Puisi Tentang Ramadhan 6 Puisi Tentang Ramadhan 7 Puisi Tentang Ramadhan 8 Puisi Tentang Ramadhan 9 Puisi Tentang Ramadhan 10 Puisi Tentang Ramadhan 11 Puisi Tentang Ramadhan 12 Puisi Tentang Ramadhan 13 Makassar - Puisi tentang Ramadhan merupakan puisi-puisi islami yang setiap baitnya mengandung makna yang mendalam. Berikut beberapa puisi yang dapat dijadikan referensi ketika hendak membaca atau pun menulis puisi mengenai bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim. Di bulan yang suci ini terdapat banyak sekali kemulian yang diberikan oleh Allah Ramadhan biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Mulai lomba menghapal Al-Qur'an, tilawah, praktek sholat, cerdas cermat Al Qur'an hingga membaca puisi tentang Ramadhan. Nah, berikut 13 puisi tentang Ramadhan yang dirangkum detikSulsel dari berbagai sumber, yang dapat dibaca, atau pun menjadi referensi saat akan membuatnya Bulan RamadhanKarya Masayu SechmaidaMati bulan pada liniHilal bersimpul, tersenyum mentariTerbuka pintu bulan pahala suciCahaya mulia menyambangi hariLangkah pertama menjejak hatiIkhlas menjalani perintah IlahiBerpuasa sepenuh bulat bulanDengan cobaan menuju kemenanganMenumpas nafsu nan merajaMenahan lapar dahaga menderaSeluas samudra kesabaran terujiLisan terjaga dari perkataan kejiJiwa raga pancarkan kasih nuraniPijarkan putih cahaya ruhaniMembaur sinar kemuliaan bulan pahalaMenyentuh hangat insan berimanTitian bulan pahala terbentang kemuliaanSemangatlah menapaki dengan ketaqwaanHingga final menggapai kemenanganSelamat menjalani ibadah RamadhanPuisi Tentang Ramadhan 2Telah Datang Bulan RamadhanKarya Aminah TresnoTelah datang RamadhanKami bergembiraMemenuhi selaksa asaMembarukan tekad dan iman kamiTarawih di malamnya menahan di siangnyaBertadarus suntuk dengan keluargaKedamaian yang Kaubawa kepada kamiPuisi Tentang Ramadhan 3Ketika Ramadhan MenghampiriKarya NoviyantiSyaban akan bergantiRamadhan kini dinantiBulan suci dambaan hatiBagi setiap insan yang menantiSelalu Kudapati wajahmuDalam lelap tidurku Menjelang Ramadhan tibaEngkau datangWalau sekilas dan hanya tersenyum padakuKali iniKulihat bayangmuSeperti biasaMenjelang Ramadhan tibaTapi kali iniKau tersenyum padaku tak seperti biasanyaKali iniSenyummu begitu indahDengan cahaya yang memancar di wajahmuKau tersenyum padaku juga padanyaYang sebenamya baru aku temui beberapa waktu iniMenjelang RamadhanEngkau hadir walau hanya dalam mimpiMenghapus rindukuYang sebenarnya nanti Akan tumbuh semoga doa-doaku bisa melapangkan Tentang Ramadhan 4Selamat Datang Bulan RamadhanKarya RyanMulut tak perlu lagi berkoarRedam amarah yang memerah Jadikan semua ucap berganti alunan alunan zikirYa ilahi..Rangkulan mu adalah hidayahDi kala aku bersumbar di tengah kemunafikan Terpaku pada aku khazanah muMenyambut uluran tangan ku menuju fitri kembali pada suci Untuk mendapatkan sepenggal alunan maaf Ya robbi aku memohon ampunan mu agar aku kembali fitriPuisi Tentang Ramadhan 5Aku RinduKarya Marya TiSenja berganti petang Dan malam bertabur bintang-bintangTiba-tiba ada rinduMerasuk kalbuRindu ku padamuHampir setahun tak bertemuSering ku bertanyaDan penuh harap di dada Apakah esok masih ada waktuUntukku bertemu denganmuDoa selalu ku panjatkan Harap selalu kudambakan Bertemu denganmu bulan Bulan dari seribu bulanYa, aku rindu RamadhanBulan penuh ampunan Dimana doa-doa dikabulkan Dan pintu surga dibukakanSemoga masih ada kesempatanSemoga masih ada kekuatanMenikmati indah hari-harimu Menuju ampunan dan barokahmuPuisi Tentang Ramadhan 6Tuhan Tubuh RamadhanKarya Putri PariSeperti awan yang terbuai rindu bumiSetetes tangis selalu dia beriSebagai kata yang tersimpan rapiRamadhan datang dengan suciSajadah tergelarHilangkan rasa mungkar Tafakur walau terasa sukarMenjadikan kita orang yang sadarIlalang menari dalam hujan lagu dari rantingDaun-daun gugur termamah kering Aku pada-Mu Esa yang terpujaSeperti cinta langit pada MayapadaTuhan...Hadirlah pada tubuh di Ramadhan Pada kuasa-Mu ku peluk nasuha Ya... TuhanMenunggu-Mu dalam tasbih tertanganPuisi Tentang Ramadhan 7Sapaan Ramadhan Karya Sahabila KhoirunnisaLembutmu kembali menyapa Sejukmu tak hilang terusik senja Melunakan hati yang telah mengeras Melegakan qalbu dalam dahaga rinduRamadhan..Biarkan hawamu menghembusMenyapu alfa hamba pendosaMengusap derita insan bernodaTerindu hembusanmuPahala dalam tiap detikmuRamadhan,Rekatkan kembali serpihan mimpiSatukan jua pecahan asaSulam kembali benang dalam helaiSucikan kembali noda,bercak dan dosaPuisi Tentang Ramadhan 8Kemuliaan yang DirindukanKarya Adi Taufika AdiButir-butir tasbih berputar tak terhitung Mengiringi zikir di bulan suci Menyeru umat muslim seisi bumiMelantunkan kalimat-kalimat agungSungguh indahnya di malam hariSejuk mendengar alunan bersenandungMelebihi merdunya suara kidung Yaitu alunan kalam IlahiSungguh kemuliaan yang layak kita junjungRamadhan penuh kedamaian hati Penuh rahmat Sang Maha PelindungKemuliaan itu selalu dinanti Rindu datangnya tiada terbendungKarena datangnya setahun sekaliPuisi Tentang Ramadhan 9Cinta Tasbih dan KurmaKarya Cempaka SariKerinduan mengundang debarDetak jantung kian bergetar dalam sedar tak sedarKau hampiriku dengan khabarTerujaku menantimuKadang bimbang rasa hatikuAndai tak sempat bertemuKiranya aku pergi duluPada Allah aku bermohonSemoga usiaku masih bersambungIngin bertemumu di bulan agung Kerinduan ku tinggi menggunungCinta tasbih dan kurmaLafaz zikir suburkan jiwaLupa sejenak lapar dan dahaga Meraihmu Ramadhan tercintaPuisi Tentang Ramadhan 10Doa pun DipintaKarya Hartini Dewi PutriBertabur bulan dan bintang Bulan suci bulan Ramadan Nan ditunggu telah pun datang Berlomba kita menghadap TuhanMenabuh genderang di kala senja Mendengar tausiyah di musala-musala Dengan gembira marilah beribadah Berserah diriku hanya kepada-NyaDoa pun dipintaBermunajat kepada AllahBersujud di atas sajadahNetra membulir terkenang akan dosaYa, Tuhan....Damaikanlah hati dan jiwa kamiTerangilah kegelapan menutupi nurani Bersimpuhku, mengetuk pintu ampunan-MuPuisi Tentang Ramadhan 11Puisi Sentuhan MalamKarya Siamir MarulafauHanya meneteskan air mata beku Di keheningan malam Ramadhan terbentang Di kala malaikat turun dari Arasy-NyaDaun-daun bertasbih...Pohon-pohon bertumbanganAir laut berubah jadi tawarLara tersanjung dengan aroma-MuSampai fajar menanti mat-MuMengukir dosa-dosa terampunkanDi sisi-Mu berzikir selaluMenggapai mahligai berbintang emasPuisi Tentang Ramadhan 12Sujud MalamKarya Siamir MarulafauPilar-pilar mesjid bertasbihKubah terbentangPintu surga menyambutDoa lailatul qadar melantunAir terjun tercengangTak akan mengalir lagiBumi terbelahPohon-pohon sujudNeraka menangisAku tak akan memanasDi kala zikir membiaskan sinar Rahmat-Nya mengukir surgaPuisi Tentang Ramadhan 13Puisi Kasih RamadhanKarya Srie Astuty AsdiSelayak cahaya malam seribu bulan Pancaran penembus jiwa di keremangan Memanggil hati-hati perindu ampunan Seruan seorang hamba mendoa pada TuhanDoa-doa meluah menukik belahan langitDi atas tangan-tangan tengadah yang menjerit Mengetuk pintu-pintu memohon tobat Melalui sayap-sayap putih para malaikatRamadan, sepenuh kemuliaan menggenggam kasihMembawa magfirah dalam sujud tarawihPembuka jalan bagi dosa-dosa berselisihTuk kembali kepada fitrah sarat asihPada hamparan permadani suciKulafalkan segala kotoran hati Berharap Engkau bersihkan dari muka bumiEntaskan surga di raga, semisal nirwana nan abadi. Simak Video "Sambut Hari Puisi Nasional, Miles Films Garap Antologi Chairil Anwar" [GambasVideo 20detik] alk/alk Bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu ala rasulillah, amma ba'du. para agan-agan yang ganteng dan aganwati yang cantik-cantik, selamat merayakan maulid khususnya bagi temen-temen ane yang muslim dan merayakannya. TS pengen mengisi perayaan maulid ini dengan nasihat nasihat bijak khususnya puisi tentang cinta rasul. Semoga dengan keindahan bahasa, ungkapan cinta dari penyairnya, kita bisa mendapatkan teladan yang baik. Oh ya buat temen-temen kristiani ane ucapin selamat merayakan hari natal, semoga kita diliputi damai selalu. Rindu Rasul Oleh Taufik Ismail Spoiler for Rindu Rasul Rindu kami padamu Ya Rasul Rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu Ya Rasul Serasa dikau di sini. Cinta ikhlasmu Pada manusia Bagai cahaya suarga Dapatkah kami membalas cintamu Secara bersahaja? 1974. Ya Rasulullah oleh Gus Mus Spoiler for Ya Rasulullah Ya Rasulullah… aku ingin menjadi santri berbaju putih yang tiba-tiba datang menghadapmu, duduk menyentuhkan lututnya pada lututmu yang agung dan meletakkan telapak tangannya di atas paha muliamu, lalu aku akan bertanya….??? Ya Rasulullah… tentang Islamku, Ya Rasulullah… tentang Imanku, Ya Rasulullah… tentang Ihsanku. Ya Rasulullah… Mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain allah dan bersaksi bahwa engkaulah utusan allah tapi ku sembah jua diriku Astaghfirullah…!! Dan risalahmu hanya ku baca bagai sejarah. Ya Rasulullah… Setiap saat jasadku solat setiap kali diriku bersimpuh diriku juga yang ku ingat, setiap saat ku baca shalawat setiap saat tak lupa ku sampaikan salam ” Assalamu alaika ayyuhan Nabiyu warahmatullahu wabarokatuh” salam padamu wahai nabi juga rahmat dan berkat Allah tapi tak pernah ku sadari apakah di hadapanku kau menjawab salamku bahkan apakah aku menyalamimu. Ya Rasulullah… ragaku berpuasa dan jiwaku ku lepas bagai kuda Ya Rasulullah… sekali-kali ku bayar zakat dengan niat mendapat balasan kontan dan berlipat Ya Rasulullah… aku pernah naik haji sambil menaikkan gengsi. Ya Rasulullah… Sudah Islamkah aku? Ya Rasulullah… Aku percaya Allah dan sifat-sifatNYA, aku percaya malaikat, percaya kitab suciNYA , percaya Nabi-nabi utusanNYA, aku percaya akhirat, percaya Qada QadarNYA seperti yang ku catat dan ku hafal dari Ustaz, tapi aku tak tahu seberapa besar itu mempengaruhi kelakuanku. Ya Rasulullah… sudah Imankah aku…??? Ya Rasulullah… ku dengar panggilan aku menghadap Allah tapi apakah DIA menjumpaiku sementara wajah dan hatiku tak menentu. Ya Rasulullah… dapatkah aku berihsan…??? Ya Rasulullah… ku ingin menatap meski sekejap wajahmu yang elok mengelok setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap. Ya Rasulullah… ku ingin mereguk senyummu yang segar setelah dahaga di padang kehidupan hambar hampir membuatku terkapar. Ya Rasulullah… meski secercah titiskan pada ku cahayamu buat bekalku sekali lagi menghampiri NYA. AKU MERINDUKANMU, O, MUHAMMADKU OlehGus Mus Spoiler for Aku merindukanmu oh muhammadku Aku merindukanmu, o, Muhammadku Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah Menatap mataku yang tak berdaya Sementara tangan-tangan perkasa Terus mempermainkan kelemahan Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan Mencari-cari tangan Lembut-wibawamu Dari dada-dada tipis papan Terus kudengar suara serutan Derita mengiris berkepanjangan Dan kepongahan tingkah-meningkah Telingaku pun kutelengkan Berharap sesekali mendengar Merdu-menghibur suaramu Aku merindukanmu, o. Muhammadku Ribuan tangan gurita keserakahan Menjulur-julur kesana kemari Mencari mangsa memakan korban Melilit bumi meretas harapan Aku pun dengan sisa-sisa suaraku Mencoba memanggil-manggilmu O, Muhammadku, O, Muhammadku! Dimana-mana sesama saudara Saling cakar berebut benar Sambil terus berbuat kesalahan Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan Masing-masing mereka yang berkepentingan Aku pun meninggalkan mereka Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku Aku merindukanmu, O, Muhammadku Sekian banyak Abu Jahal Abu Lahab Menitis ke sekian banyak umatmu O, Muhammadku – Sholawat dan salam bagimu – Bagaimana melawan gelombang kebodohan Dan kecongkaan yang telah tergayakan Bagaimana memerangi Umat sendiri? O, Muhammadku Aku merindukanmu, o, Muhammadku Aku sungguh merindukanmu Muhammadkan Hamba Ya Rabbi! Oleh Cak Nun Spoiler for Muhammadkan Hamba ya Robbi Muhammadkan hamba Ya Rabbi! Di setiap tarikan napas dan langkah kaki Tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi Di ufuk jauh kerinduan hamba, Muhammad berdiri Muhammadkan Ya Rabbi hamba yang hina dina Seperti siang malammu yang patuh dan setia Seperti bumi dan matahari yang bekerja sama Menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara Sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda Engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda Hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama Mengawali perjuangan untuk menjadi mulia Ya Rabbi! Engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba Dengan perahu di padang pasir yang mensamudera Hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya Dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata Sesudah berulangkali bangun dan terbanting Merenungi dan mencarilah hamba sebagai Ibrahim Menatapi laut, bulan, bintang dan matahari Sampai gamblang bagi hamba Allah yang sejati Jadilah hamba pemuda pengangkat kapak Menghancurkan berhala sampai luluh lantak Hamba lawan jika pun Fir’aun sepuluh jumlahnya Karena api sejuk membungkus badan hamba Kemudian Ya Rabbi engkau ajarkan hal kedewasaan Yakni penyembelihan dan Kurban, pasrah dan keikhlasan Tatkala dengan hati pedih pedang hamba ayunkan Sukma hamba memasuki Ismail yang menelentang Ismail hamba membisikkan firman-Mu Ya Rabbi Bahwa dewasa tidaklah ditandai kegagahan diri Melainkan rela menyaring dan menyeleksi Agar secara jernih berkenalan dengan yang inti Di saat meng-ismail itu betapa jiwa hamba gemetar Ego pribadi adalah musuh yang teramat tegar Jika di hadapan-Mu masih ada sejumput saja pamrih Maka leher hamba sendiri yang bakal tersembelih Dan memang kepala hamba tanggal berulangkali Di medan peperangan modern ini Ya Rabbi Hambalah kambing di jalanan peradaban ini Darah mengucur, daging hamba dijadikan kenduri Tulus hati dan istiqamah Ismail Ya Rabbi Betapa sering lenyap dari gairah perjuangan ini Keberanian untuk bersetia kepada kehendakmu Di hadapan musuh gugur satu demi satu Maka hamba-Mu yang dungu belajar menjadi Musa Meniti kembali setiap hakikat alif-ba-ta Belajar berkata-kata, belajar merumuskan cara Harun hamba membantu mengungkapkannya Musa hamba membukakan universitas cakrawala Setiap gejala dan segala warna zaman hamba baca Dengan seribu buku dan seribu perdebatan Hamba tuntaskan makna kebangkitan Tongkat hamba angkat dan tegakkan Ya rabbi Memusnahkan iklan-iklan takhayul Fir’aun yang keji Ular klenik pembangunan, sihir gaya kebudayaan Karena telah hamba genggam yang bernama kebenaran Ya Rabbi! Alangkah agung segala ciptaan ini Kebenaran belaka membuat hidup kering dan sepi Maka engkau jadikan hamba Isa yang lembut wajahnya Dengan mata sayu namun bercahaya, mengajarkan cinta Isa hamba sedemikian runduknya kepada dunia Segala tutur kata dan perilakunya kelembutan belaka Sehingga murid-murid hamba dan anak turunnya terkesima Tenggelam mesra dalam Isa hamba yang disangka Tuhannya Ya Rabbi! Haruslah berlangsung keseimbangan Antara cinta dengan kebenaran Haruslah ada tuntunan pengelolaan Atas segala ilmu dan nilai yang engkau anugerahkan Karena itu Muhammad kan hamba Ya rabbi Bukakan pintu kesempurnaan yang sejati Pamungkas segala pengetahuan hidup dan hati suci Perangkum bangunan keselamatan para Rasul dan Nabi Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan! Agar tak menangis dalam keyatimpiatuan Agar tak mengutuk meski batu dan benci ditimpakan Agar sesudah hijrah hamba memperoleh kemenangan Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan hamba Agar kehidupan hamba jauh melampaui usia hamba Agar kematian tak menghentikan perjuangan Agar setiap langkah mengantarkan rahmat bagi alam Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan Di rumah, di tempat kerja serta di perjalanan Agar setiap ucapan, keputusan dan gerakan Menjadi ayat-Mu yang indah dan menaburkan keindahan Takkan ada lagi sosok pribadi seanggun ia Dipahami ataupun disalahpahami oleh manusia Kalau tak sanggup kaki hamba menapaki jejaknya Penyesalan hamba akan tak terbandingkan oleh apa pun saja Para malaikat sedemikian hormat dan segan kepadanya Bagai dedaunan yang menunduk kepada keluasan semesta Para Nabi berbaris menegakkan sembahyang Engkau perkenankan ia berdiri menjadi imam Ya Rabbi! Muhammad kan hamba, Muhammad kan hamba! Perdengarkan tangis bayi padang pasir di kelahiran hamba Alirkan darah al-Amin di sekujur badan hamba Sarungkan tameng al-Ma’shum di gerak perjuangan hamba Kalungkan kebencian Abu Jahal di leher hamba Sandingkan keteduhan Abu Thalib di kaki dukalara hamba Payungkan awan cinta-Mu di bawah terik politik durjana Usapkan tangan sejuk khadijah pada kening derita hamba Kirimlah Jibril mencuci hati Muhammad hamba Lahirkan kembali wahyu-Mu di detak gemetar jantung hamba Dan kucuran darah luka Muhammad oleh pedang kaum pendusta Hadiahkan kepada hamba rasa sakitnya Ya Rabbi Ya Rabbi, Muhammad kan hamba! Bersujud dan tafakkur di Gua Hira’ jiwa hamba Berkeliling ke rumah tetangga, negeri dan dunia Menjajakan cahaya Shalawat Cinta Oleh Zawawi Imron Spoiler for Shalawat Cinta Ya Nabi, salam padamu Ya Rasul, salam padamu Kekasih, salam padamu Shalawat selalu untukmu Kalau cinta kepada nabi Baca shalawat kepada nabi Kalau Tuhan tak utus nabi Gelaplah jiwa gelaplah hati Nabi Muhammad utusan Ilahi Wajahnya jernih berseri-seri Kalau tersenyum bertemu insan Terhapus sedih dan kesusahan Akhlak nabi bagai bunga-bungaan Harum semerbak tiada tandingan Wahai nabi wahai junjungan Kami senang mengikut tuan Ya Allah ilahi rabbi Kami memohon sepenuh hati Di alam akhirat nanti Izinkan kami bertemu nabi BURDAH Oleh Al-Bushiri Spoiler for Burdah Burdah I فى ذكر عشق رسول الله صلى الله عليه وسلم أمنْ تذكر جيرانٍ بذى ســــلمٍ مزجْتَ دمعا جَرَى من مقلةٍ بـــدمِ أَمْ هبتِ الريحُ مِنْ تلقاءِ كاظمـــةٍ وأَومض البرق في الظلْماءِ من إِضـمِ فما لعينيك إن قلت اكْفُفا هَمَتــا وما لقلبك إن قلت استفق يهــــمِ أيحسب الصبُ أنّ الحب منكتـــمٌ ما بين منسجم منه ومضْطــــــرمِ لولا الهوى لم ترق دمعاً على طـللٍ ولا أرقْتَ لذكر البانِ والعَلــــمِ فكيف تنكر حباً بعد ما شــهدتْ به عليك عدول الدمع والســــقمِ وأثبت الوجدُ خطيْ عبرةٍ وضــنىً مثل البهار على خديك والعنــــمِ نعمْ سرى طيفُ منْ أهوى فأرقـني والحب يعترض اللذات بالألــــمِ يا لائمي في الهوى العذري معذرة مني إليك ولو أنصفت لم تلــــمِ عَدتْكَ حالِيَ لا سِري بمســـــتترٍ عن الوشاة ولا دائي بمنحســــمِ محضْتني النصح لكن لست أســمعهُ إن المحب عن العذال في صــممِ إنى اتهمت نصيحَ الشيب في عذَلٍ والشيبُ أبعدُ في نصح عن التهــمِ Cinta Sang Kekasih Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam. Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah. Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah. Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam. Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah. Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah. Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya. Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora. Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya. Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan Alam. Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita. Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta. Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah. Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah. Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga. Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku. Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku. Padahal tidak juga kunjung sembuh penyakitku Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya. Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya Aku kira ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkankuBurdah II في التحذير من الهوى فإن أمَارتي بالسوءِ ما أتعظـــتْ من جهلها بنذير الشيب والهـــرمِ ولا أعدّتْ من الفعل الجميل قـرى ضيفٍ ألمّ برأسي غيرَ محتشـــم لو كنتُ أعلم أني ما أوقـــرُه كتمتُ سراً بدا لي منه بالكتــمِ منْ لي برد جماحٍ من غوايتهـــا كما يُرد جماحُ الخيلِ باللجُــــمِ فلا ترمْ بالمعاصي كسرَ شهوتهـــا إن الطعام يقوي شهوةَ النهـــمِ والنفسُ كالطفل إن تُهْملهُ شب على حب الرضاعِ وإن تفطمهُ ينفطــمِ فاصرفْ هواها وحاذر أن تُوَليَــهُ إن الهوى ما تولى يُصْمِ أو يَصِـمِ وراعها وهي في الأعمالِ ســائمةٌ وإنْ هي استحلتِ المرعى فلا تُسِمِ كمْ حسنتْ لذةً للمرءِ قاتلــةً مـن حيث لم يدرِ أن السم فى الدسـمِ أستغفرُ الله من قولٍ بلا عمــــلٍ لقد نسبتُ به نسلاً لذي عُقـــــُمِ أمْرتُك الخيرَ لكنْ ما ائتمرْتُ بـه وما اسـتقمتُ فما قولى لك استقـمِ ولا تزودتُ قبل الموت نافلـــةً ولم أصل سوى فرضٍ ولم اصــــمِ Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan. Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu. Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu. Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan. Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat. Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu. Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa. Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi. Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan. Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat. Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan. Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah. Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja BURDAH III .....bersambung Tambahan untuk VIDEO Spoiler for Yusup Kisah kecintaan sayyidina Bilal bin Rabbah yang menyentuh diceritakan oleh Buya YahyaQuote Nasyid ini seakan menjadi memori masa kecil yang indah, Tua banget Ini musik shalawat yang enak di dengar "Celtic Shalawat"Quote Ini dah ada pepo-nya dari hadad alwi generasi kedua setelah sulisQuote

puisi kerinduan kepada allah